Qurban berasal dari bahasa arab qarib, qurub, qurbaanan yaitu dekat dan menjadi istilah dengan makna menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Sang Kholiq.
Dalam bahasa Indonesia saduran kata Qurban ini menjadi dua kata : qurban dan korban. Dua kata ini memiliki arti yang berbeda, namun sangat mirip dalam tulisan maupun pendengaran, sehingga terkadang bisa terjadi salah pengertian atau miss communication.
Padahal dalam bahasa aslinya dua kata tersebut jelas berbeda, untuk korban (bencana misalnya) maka dalam bahasa arab menggunakan kata ضحية . Jadi sangat beda dari قربان .
Begitu juga dalam bahasa lain, misalkan dalam Inggris, qurban adalah sacrifice, sedangkan korban adalah victim.
Membingungkan ya?
Apa sebaiknya kita sadur aja dua kata tersebut sekaligus ke dalam Bahasa Indonesia agar tidak terjadi kesalahpahaman?
Filed under: Diary Ditandai: | bahasa, belajar, komunikasi, qurban


