Mobil Nasional

Fenomena mobnas II saat ini ramai dibicarakan orang. Sebenarnya ini tak lepas dari usaha giat yang sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu oleh Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional, Joko Sutrisno dengan menyampaikan dan mendorong semua pihak dalam setiap kesempatan.

Dijaman serba instan ini, sebenarnya banyak peluang dan inovasi yang dapat dilakukan bangsa Indonesia. Kita lihat bagaimana China menggeliat sehingga perekonomiannya dapat mengalahkan amerika bahkan uni eropa.

Usaha yang paling menonjol di negeri China yaitu reverse engineering, sehingga tidak ada produk yang tidak bisa ditiru oleh China. Apa sih yang ndak bisa dibuat China??? Tentu hal ini didukung oleh banyak hal seperti ketertiban negara, kepastian hukum, melimpahnya sdm dan sumber tenaga listrik.

Bagaimana dengan kita??? ndak ada salahnya meniru yang baik. Ambil yang baik dan buang yang jelek (bukan sandal loh, hehehe….).

Sekali lagi, dijaman serba instan ini, ilmu dan informasi melimpah. Software,  hardware dan mesin produksi bisa dibeli, maka pergunakan kesempatan sebaik mungkin. Tinggal pinter2nya kita kelola usaha dan bidik pangsa pasar yang tepat.

Sedikit uneg-uneg. Kalo kita sdh bisa produksi barang, alangkah lebih baik lagi bila dibuat desain yang orisinil. Kan kita punya banyak desainer yang bagus2 dan hasilnya ndk kalah loh dengan desainer luar negri.

Nah apalagi??? ok selamat berjuang buat semuanya.

Mobil ESEMKA uji kelaikan

Iklan

Open Course Ware (Free Online Course Materials)

Perjalanan peradaban dunia semakin menunjukkan bahwa perkara paling berharga adalah ilmu pengetahuan. Contoh yang paling mudah misalkan pesawat hp (handphone), berharga mahal karena ada fungsi ilmu pengetahuannya. Ketika hp sdh tdk dapat berfungsi maka harga langsung turun drastis, meskipun secara materi tidak berubah. Jadi harga terletak pada fungsi bukan materi fisiknya.

Berkat perkembangan teknologi informasi dan teknik komputasi menyebabkan penggalian data, penemuan pengetahuan dan transfer ilmu dapat dilakukan secara sangat cepat.

Beradaptasi dengan evolusi (revolusi?) ilmu pengetahuan, sekarang ini semakin banyak komponen masyarakat dan individu berlomba-lomba mengaktualkan diri dengan cara publish, share atau minimal update status apa yang dialami atau diketahuinya.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, untuk tingkat universitas kelas dunia seperti MIT-pun rela membagikan ilmu pengetahuannya, secara gratis pula. Bagaimana dengan kita? Apa yang sudah kita beri untuk masyarakat dunia?

Tertarik dengan “open course ware”-nya MIT silakan kunjungi langsung websitenya.

Relatifitas Waktu

Saat ini waktu terasa begitu cepat. Setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu, seminggu terasa sehari.

Apakah waktu sekarang memang berjalan lebih cepat?

Bagaimana dengan alat penunjuk waktu kita (jam/arloji) apakah mereka juga mengikuti perubahan waktu ini? (bisa jadi mereka sedunia sepakat untuk lebih cepat, tapi kapan ketemunya, hehehe….)

Ilmuwan NASA Richard Gross menyatakan waktu menjadi lebih cepat setelah gempa Chili 8,8 SR melanda. Riset Gross seperti yang dilansir BBC 4 Maret lalu menyatakan, rotasi Bumi akan lebih cepat dan satu hari akan menjadi lebih pendek 1,26 mikrodetik (satu mikro detik setara seperjuta detik) setelah musibah gempa Chili. Dengan model perhitungan Matematika yang sama, gempa dan tsunami Aceh diprediksi menyebabkan hari berkurang 6,8 mikrodetik.

Sedangkan ahli Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, perubahan waktu itu tidak signifikan.

Apakah ini ada hubungannya dengan perasaan kita?

Tertarik lebih jauh silakan kunjungi langsung pemberitaan dari NASA

Relatifitas

Dalam pelajaran fisika kita mempelajari bahwa gerak itu relatif. Misal anda naik kereta api, maka anda lihat pepohonan pada bergerak berlari mendekat dan menjauh, ada juga gunung yang tampak selalu mengikuti . Anda dan orang-orang dalam keadaan duduk diam. Mana sebenarnya yang bergerak?

Contoh lain untuk masalah ini yaitu gerak matahari yang setiap pagi muncul dari sebelah timur dan bergerak menuju ke barat hingga terbenam. Padahal sebetulnya yang bergerak adalah anda(betulkah?).

Sebenarnya kita tidak pernah bisa memastikan mana yang diam dan mana yang bergerak. Namun untuk keperluan kepastian (yang relatif juga) maka harus ditentukan titik tolak / titik acuan / titik nol, mana yang kita anggap sebagai titik diam / tidak bergerak.

Demikian juga dengan perputaran hidup di dunia. Kaya miskin, maju mundur, susah senang ternyata juga relatif, tergantung dari titik acuan mana yang akan kita tentukan.

Wallahu a’lam.

Beda Qurban dengan Korban (Belajar Bahasa Indonesia)

Qurban berasal dari bahasa arab qarib, qurub, qurbaanan yaitu dekat dan menjadi istilah dengan makna menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Sang Kholiq.

Dalam bahasa Indonesia saduran kata Qurban ini menjadi dua kata : qurban dan korban. Dua kata ini memiliki arti yang berbeda, namun sangat mirip dalam tulisan maupun pendengaran, sehingga terkadang bisa terjadi salah pengertian atau miss communication.

Padahal dalam bahasa aslinya dua kata tersebut jelas berbeda, untuk korban (bencana misalnya) maka dalam bahasa arab menggunakan kata ضحية  . Jadi sangat beda dari قربان   .

Begitu juga dalam bahasa lain, misalkan dalam Inggris, qurban adalah sacrifice, sedangkan korban adalah victim.

Membingungkan ya?

Apa sebaiknya kita sadur aja dua kata tersebut sekaligus ke dalam Bahasa Indonesia agar tidak terjadi kesalahpahaman?

UPDATE STATUS (ITU PENTING?)

Kita orang timur terkenal sebagai orang yang ramah dan mudah berbagi, terutama berbagi cerita/ngobrol. Bahkan kadang tak peduli apa yang kita obrolkan itu penting atau tidak penting, bermanfaat atau tidak, menyinggung orang lain atau tidak, aman atau berbahaya. Hal ini semakin merebak dengan adanya dukungan jejaring sosial lewat teknologi informasi.
Berbeda dengan orang sana, sukanya segala sesuatu dipikirkan, baru ditulis dan kemudian dipublish. Contohnya masalah update status saja mereka susun dalam bentuk diagram alir (flow chart) seperti yang ditulis oleh Daryl Lang di webnya http://www.breakingcopy.com/social-media-flowchart-status. Tertarik? silakan  pelajari gambar dibawah ini atau kunjungi langsung webnya tsb……

Hafidz Al Qur’an Yang Tidak Puasa

Bicara tentang baca Al Qur’an, teringat saat perjalanan ke India pada bulan ramadhan tahun 2007, berjumpa dengan teman-teman dari berbagai manca negara yang bersemangat dalam memperbaiki iman dan amal. Salah seorang dari mereka cerita ketika sampai di Pakistan diberitahu bahwa di situ banyak hafidz Al Qur’an yang tidak berpuasa dibulan ramadhan. Semua merasa terkejut, juga saya. Dia melanjutkan cerita: karena waktu itu dia juga tidak percaya, maka temanku tersebut langsung dibawa masuk ke pondok tahfidzul Qur’an. Sejurus kemudian, wajahnya berubah menyungging senyum bahagia, karena ternyata hafidzul Qur’an tersebut masih kanak-kanak dibawah 7 tahun yang memang belum wajib berpuasa. Ajiiib…..

Bagi yang mau download dan dengarin bacaan murotal kanak-kanak silakan klik link dibawah ini.

Al Fatihah

Ayat Kursyi

Yasin

ArRahman

AlMuzammil

AnNaba & AnNazi’at

‘Abasa

At Takwir

Al Infithor

Al Muthaffifiin

Al Insyiqooq

AlBuruj

AthThariq

Sabbihis (Al A’la)

AlGhashiyah

AlFajr

AlBalad

AsySyams

AlLail

Adl Dluha

AtTiin

%d blogger menyukai ini: